
Secara umum, site plan adalah gambar yang berisi konsep rencana pembangunan yang meliputi tata guna lahan, perencanaan jalan, dan fasilitas pendukung pada batas-batas area tertentu. Fungsi site plan bagi properti yaitu untuk memberikan gambaran lengkap tentang bagaimana area perumahan dikembangkan kepada developer dan pembeli. Site plan kerap disebut sebagai ‘Rencana Tapak” yang juga digunakan oleh developer untuk menawarkan area kavling perumahan secara lengkap beserta fasilitas penunjang. Selain itu, pembuatan Site Plan Perumahan juga dibutuhkan guna mengajukan IMB atau Izin Mendirikan Bangunan kepada pemerintah daerah setempat.
Biasanya mereka membutuhkan site plan untuk mengidentifikasi bangunan yang akan dikembangkan di suatu area, serta mengetahui ukuran GSB (Garis Sempadan Bangunan) dan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) apakah telah sesuai dengan peraturan yang ada.
Elemen Penting dalam Site Plan Perumahan

Ada beberapa elemen penting dalam membuat site plan perumahan agar perencanaan properti berjalan efektif. Simak berbagai elemen penting site plan dibawah ini.
- Tata Letak Lot dan Bangunan
Site plan menggambarkan penataan lot atau kavling, termasuk gambar ukuran, bentuk, dan penempatan bangunan seperti rumah, garasi, atau struktur yang ada di dalam lainnya.
- Infrastruktur
Pada gambar site plan menunjukkan rincian infrastruktur perumahan yang dikembangkan, mulai dari jalan, sistem drainase, trotoar, sistem pengelolaan air hujan, dan saluran air.
- Detail Topografi
Site plan perumahan umumnya memberikan informasi topografi yang meliputi kontur tanah, elevasi, dan fitur alami lain yang dapat mempengaruhi pengembangan pembangunan.
- Zonasi dan Penggunaan Lahan
Rencana pembangunan ini menampilkan zonasi lahan untuk keperluan seperti area rumah, komersial, fasilitas komunal, area terbuka hijau, dan lain-lain.
- Persyaratan Teknis dan Hukum
Pada site plan terdapat persyaratan teknis dan hukum, diantaranya batas-batas properti, persetujuan dari otoritas setempat, dan persyaratan set back.
Manfaat Site Plan Perumahan bagi Pengembang dan Pembeli

Pembuatan site plan sangat penting guna mengetahui bagaimana pengembangan bangunan dengan lebih rinci. Manfaatnya sendiri bukan hanya memudahkan pengembang dalam merencanakan pembangunan, namun juga bermanfaat bagi pembeli. Apa sajakah manfaat site plan bagi pengembang dan pembeli? Simak ulasannya berikut ini.
Manfaat Site Plan Bagi Pengembang
- Memudahkan pengembangan pembangunan
- Memastikan pembangunan sesuai dengan rencana dan peraturan setempat
- Membantu proses perizinan pembangunan dengan jelas
- Memastikan integrasi guna kelancaran seluruh proyek
- Memberikan gambaran tata letak bangunan dan elemen lainnya.
Manfaat Site Plan Bagi Pembeli
- Membantu pembeli mengenali lokasi pilihan lebih akurat
- Dapat mempertimbangkan fasilitas penunjang yang ditawarkan
- Mengetahui akses terdekat yang ada di lokasi perumahan
- Mengetahui apakah bangunan tersebut sudah sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku
- Mengetahui pembagian kavling lebih detail
Site Plan yang Efektif: Mengoptimalkan Ruang dan Infrastruktur

Fungsinya yang cukup krusial mengharuskan kamu membuat site plan yang sesuai pada beberapa ketentuan umum. Hal ini sangat mempengaruhi kelancaran site plan yang dibuat. Untuk site plan yang efektif, ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya yaitu:
1. Penyusunan Kavling
Dalam membuat kavling usahakan untuk mengelompokkan bagian kavling yang ada. Kavling berukuran besar dapat dikelompokan dengan kavling yang memiliki ukuran besar di satu area tertentu. Begitu pula dengan kavling ukuran kecil. Penyusunan kavling ini bertujuan agar bisa membantu komposisi yang seimbang, sehingga meminimalisir masalah sosial yang mungkin terjadi.
2. Infrastruktur Jalan
Pembuatan infrastruktur jalan sangat penting diperhatikan dalam pembangunan perumahan. Untuk site plan yang efektif, buatlah gambaran infrastruktur yang sesuai dengan ketentuan komposisinya, paling tidak jalan yang dibuat memiliki luas 20% dari areanya. Infrastruktur yang lebar ini akan memberikan area jalan yang luas untuk mempermudah akses keluar masuk penghuni.
3. Mengoptimalkan Ruang
Pengembang dapat memaksimalkan ruang yang ada di kawasan perumahan dengan membuat fasilitas umum seperti area terbuka hijau, tempat ibadah, area olahraga, area komersial, playground, dan lain-lain. Hadirnya fasilitas umum menjadi daya tarik tersendiri bagi perumahan tersebut karena dapat memberikan lingkungan yang nyaman bagi penghuni. Sehingga memberikan peluang besar mendapatkan banyak pembeli.
4. Drainase
Hal yang patut diperhatikan pengembang dalam membangun perumahan yaitu jaringan saluran drainase. Pastikan saluran drainase yang dirancang bersifat tertutup untuk menghindari masalah seperti banjir karena buruknya drainase. Selain itu, pengembang juga perlu memperhatikan pembuangan limbah dengan baik untuk menjaga estetika kawasan perumahan.
7 Contoh Site Plan Perumahan yang Sukses

Berikut ini ada beberapa contoh site plan perumahan yang sukses dengan penyusunan kavling yang baik, fasilitas unggulan, infrastruktur dan akses terbaik.
1. Tanakayu Jiva
Contoh site plan ini merupakan perumahan Tanakayu Jiva yang berada di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Site plan Tanakayu Jiva menampilkan informasi tipe dan letak unit yang tersusun dengan apik. Setiap unit dibedakan dengan warna mencolok untuk memudahkan pembeli melihatnya secara jelas. Tersedia pula akses jalan yang cukup luas dengan lingkungan hijau.
2. Site Plan Treehouse Gunung Raya

Perumahan Treehouse Gunung Raya memberikan contoh site plan yang sederhana dan menggambarkan tata letak bangunan secara jelas. Pengembang memberi warna dan nama di masing-masing hunian untuk memudahkan pembeli menemukan tipe rumah yang diinginkan. Site plan di kawasan Tangerang Selatan ini memiliki area bermain anak dengan warna hijau.
3. Mahakam at Jakarta Garden City

Site plan Mahakam at Jakarta Garden menampilkan informasi terkait unit rumah dan jalan di dalam perumahan. Cluster yang berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektar ini memiliki berbagai tipe unit yang dibedakan berdasarkan warnanya pada site plan. Mahakam at Jakarta Garden City adalah pilihan yang tepat bagi yang menginginkan hunian di kota Modern dan lingkungan hijau.
4. Reswara Park

Berikutnya ada contoh site plan perumahan yang memberikan informasi lengkap tentang Reswara Park. Salah satunya yaitu informasi tentang ukuran luas kavling di setiap tipe rumah. Selain menemukan lokasi unit, dengan site plan juga kamu bisa melihat bahwa Reswara Park memiliki tipe unit ruko. Berdasarkan gambar pada site plan di atas, ruko dibedakan dengan warna hijau tosca yang ditempatkan di depan pintu masuk yang membuatnya sangat strategis.
5. Perumahan Spring Valley at Sentul City

Jika dilihat dengan baik, site plan ini punya tata letak unit yang sangat rapi. Terdapat tanda warna khusus yang menampilkan tipe-tipe unit. Dengan site plan juga kita jadi tahu bahwa perumahan ini punya beragam fasilitas seperti playground, yoga area, dan reflexology park. Lingkungan yang ditawarkan Spring Valley juga cukup asri dengan rumput hijau dan pohon yang menghiasi area perumahan.
6. Bhumi Amala Bogor

Pada site plan kali ini menggambarkan kawasan Perumahan Bhumi Amala Bogor yang menawarkan banyak pilihan unit dengan keunggulannya masing-masing. Setiap unit dibedakan dengan warna yang mencolok agar kamu mudah menemukan unit rumah yang dipilih. Dilihat dari site plan, perumahan Bhumi Amala memiliki beragam fasilitas, salah satunya terdapat lapangan basket.
7. Bali Resort Extension

Dari gambar site plan Bali Resort Extension, kamu bisa melihat hunian yang tertata rapi dengan lahan jalan yang cukup luas. Keberadaan jalan yang lebar ini sangat penting untuk akses mobilitas para penghuni dalam menggunakan kendaraan. Perumahan dengan lingkungan asri dan tertata rapi cocok untuk kamu yang ingin merasakan suasana Bali di Gunung Sindur, Bogor.
Setelah menyimak ulasan diatas, bisa disimpulkan bahwa site plan sangat berperan penting dalam membantu proses perencanaan, pengembangan, pengajuan perizinan, dan mempromosikan perumahan.

No responses yet